Tampilkan postingan dengan label Perancangan JarKomp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perancangan JarKomp. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2012

Penambahan Background pada Rancangan Jaringan diCisco Packet Tracer

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba berbagi pengalaman tentang apa yang telah saya lakukan. Di dalam pembuatan skema jaringan pada Cisco Packet Tracer kita juga bisa menambahkan sebuah denah. Caranya begini:
1. Buat denah terlebih dahulu. Bisa memanfaatkan aplikasi Microsoft Office Visio maupun software lain yang kalian kuasai. Simpan dalam format jpg.
2. Buka file jaringan komputer yang telah kalian buat.
3. Pada pojok kanan atas klik "Set Tiled Background". Kemudian muncul seperti gambar di bawah ini. Jangan lupa background yang sudah kalian buat tadi disimpan satu folder dengan file jaringan. Agar file background bisa terbaca di kotak dialog di bawah ini. Pilih background kemudian klik Apply.
4. Atur posisi perangkat sesuai desain kita. Perhatikan gambar di bawah ini.
Denah Lantai 1


Denah Lantai 2

Sekian semoga bermanfaat...

Sabtu, 15 September 2012

Merancang Jaringan Komputer Menggunakan Cisco Packet Tracer

Sudah tahu Packet Tracer kan?? kalau belum silahkan baca ini dulu.

Dalam perancangan ini, saya mempunyai sebuah angan-angan untuk membangun kantor usaha saya. Kantor ini nanti terdiri dari dua lantai. Untuk membangun sebuah jaringan komputer di kantor saya ini nanti dibutuhkan sebuah router, dua buah switch, sembilan unit PC, dua buah printer IP, dan sebuah Acces Point.

Langsung saja marilah kita rancang angan-angan saya yang telah saya sebutkan di atas.
1. Buka software Packet Tracer
2. Susun hardware-hardware yang tersebut di atas seperti gambar di bawah ini. (mboh piye carane..hehe)
3. Perlu diperhatikan bahwa router yang akan kita pakai nanti paling tidak memiliki 4 buah port Fast Ethernet. Padahal secara default, router yang terdapat di Packet Tracer hanya memiliki 2 buah Fast Ethernet. Truzzz gimana dong???
Caranya gampang. Klik pada router. Sehingga muncul gambar berikut.
Matikan dahulu power router dengan meng-klik sehingga led indikator hijau tidak menyala. Pada kolom module pilih NM-2FE2W. Lihat gambar interface yang muncul di pojok kanan bawah. Baca keterangan yang terdapat di samping gambar untuk meyakinkan.
Untuk memasang interface tersebut ke router yaitu dengan cara men-drag gambar yang di pojok kanan bawah ke kotak-kotak kosong router di bagian atasnya. Setelah berhasil, hidupkan kembali power router. Hasilnya seperti gambar di bawah ini.
4. Sambungkan kabel. Seperti pada gambar di bawah ini.





Mengkonfigurasi Router
Untuk melakukan konfigurasi router perlu diingat port-port yang tersambung di router. Apakah itu FE 0/0 tersambung dengan kelompok jaringan yang mana, begitu juga dengan port yang lain juga. 0/1, 1/0 ataupun 1/1 karena jika kita salah maka perencanaan manajemen IP kita pun akan jadi membingungkan.
Jika sudah yakin langsung saja kita mulai pengkonfigurasiannya.
1. Klik router.
2. Muncul seperti gambar di bawah ini. Pada kolom sebelah kiri merupakan nama-nama port router. Untuk mengkonfigurasi IP pada port Fast Ethernet, klik sesuai perencaan IP anda. Jangan lupa untuk men-Check list pada port status. Isikan IP dan subnet sesuai rencana. Lakukan hal yang sama pada port FE yang lain.
 3. Mengkonfigurasi IP Address pada PC. Klik PC yang akan di konfigurasi sehingga muncul penampakan berikut. hehehe. Kemudian pilih "IP Configuration".
 4. Masukkan nomor IP sesuai rencana. Kalau sudah selesai klik tanda silang saja karena di sini tidak ada OK.
 5. Selanjutnya marilah kita uji jaringan tersebut dengan mengirimkan paket ping. Jika hasilnya reply maka jaringan sudah sukses tersambung.

Mengkonfigurasi Access Point.
 1. Pastikan Access Point sudah terhubung pada switch menggunakan kabel straight. Jangan lupa, letakkan kanbel pada port Internet Acces Point. Klik Acces Point dan akan muncul gambar berikut. Pilih tab GUI. Klik setup. Masukkan alamat IP sesuai urutan yang telah anda rencanakan. Isikan subnet, gateway, dan DNS.
Pada bagian network setup biarkan default. Save setting.
 2. Klik Tab wireles.
Pada network mode silahkan untuk memilih. Disini saya pilih mixed agar semua client bisa terkoneksi. Isikan SSID yaitu nama dari wireles anda. Pada radio band dan with channel pilih auto saja. Standard channel harap sesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitar. Jangan memakai channel yang sudah banyak digunakan orang sekitar karena rentan terhadap interferensi.
SSID bisa di broadcast maupun tidak. Save setting.

 Mengkonfigurasi Laptop
Secara default, laptop pada packet tracer belum memiliki wireless adapter. Berikut cara memasang wireless adapter pada laptop.
1. Klik laptop yang akan kita pasangkan wireless adapter sehingga muncul gambar di bawah ini. Seperti biasa matikan dulu power laptop. Pilih physical yang sesuai, yaitu PT-Laptop-NM-1W. kemudian pasangkan pada bagian yang kosong.
 
2. Klik pada tab Desktop. Pilih PC Wireless, refresh dan pilih SSID yang muncul. kemudian connect.
3. Uji koneksi pada jaringan tersbut.




Selesai. Jika terdapat salah dalam penulisan atau salah langkah jangan segan-segan kirim komplain ke saya melalui 085641742937 atau wall di fb saya.

Sekilas tentang Cisco Packet Tracer

Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

Fitur Packet Tracer
Packet Tracer terbaru yaitu versi 5.3.3. Dalam versi ini dapat mensimulasikan Application Layer protocols, Routing dasar RIP, OSPF, and EIGRP, sampai tingkat yang dibutuhkan pada kurikulum CCNA yang berlaku, sehingga bila dilihat sekilas software ini bertujuan untuk kelas CCNA. Taget Packet Tracer yaitu menyediakan simulasi jaringan yang real, namun terdapat beberapa batasan berupa penghilangan beberapa perintah yang digunakan pada alat aslinya yaitu pengurangan command pada Cisco IOS. Dan juga Packet Tracer tidak bisa digunakan untuk memodelkan jaringan produktif/aktif. Dengan keluarnya versi 5.3, beberapa fitur ditambahkan, termasuk fitur BGP. BGP memang bukan termasuk kurikulum CCNA, akan tetapi termasuk kurikulum CCNP.